Selamat Datang Di Media Center GB-DKI Jakarta

Latest Post

SMK BPS&K I Melangkah Bersama Membangun Prestasi

Written By Guru Bantu DKI on Jumat, 14 Juni 2013 | 10.25


SMK BPS&K 1, didirikan tahun 1998, sejak awal pendiriannya telah memposisikan diri sebagai sekolah swasta dengan ciri disiplin, bebas narkoba, dan anti tauran pelajar. 

Pengalaman selama 25 tahun mengelola bidang ini, kini telah dikembangkan melalui berbagai program yang sangat bermanfaat bagi siswa dan siswi. Laboratorium computer dengan system jaringan local, pemanfaatan internet, dan pendalaman Bahasa Inggris, Jepang dan Mandarin. 

Dunia kerja membutuhkan tenaga kerja yang siap bekerja. Alasannya: Dunia usaha dan Industri membutuhkan tenaga kerja yang mampu bekerja sama untuk mencapai tujuan perusahaan. SMK BPS&K 1 berkomitmen untuk menyiapakan tenaga kerja yang dibutuhkan oleh dunia kerja: Unggul dalam kepribadian, unggul dalam menangani dan menyelesaikan pekerjaan.

Visi

Menjadikan tamatan SMK BPS&K 1 Jakarta menjadi calon tenaga kerja yang cerdas, trampil, dan professional dengan dilandasi sikap jujur dan berakhlak mulia

Misi
  1. Mengupayakan terwujuddnya proses pembelajaran yang demokratis dan berkualitas 
  2. Meningkatkan peranserta dan pemberdayaan guru dan siswa dalam upaya terciptanya sekolah sebagai agen perubahan dalam menghadapi dunia global
  3. Menciptakan peserta didik menjadi manusia yang kreatif, inovatif, dan produktif.

Kompetensi Keahlian

Akutansi: Lulusan program keahlian akutansi diharapkan dapat memiliki keahlian mejadi: operator computer, tenaga pembukuan / administrasi keuangan, kasir/teller, juru penggajian, operator mesin hitung, administrasi gudang, penyususn anggaran dan laporan keuangan.

Administrasi Perkantoran

Lulusan program keahlian administrasi perkantoran diharapkan dapat memiliki keahlian menjadi: Operator computer, juru tata usaha kantor, sekretaris muda, juru tik, resepsionis, operator telepon/fax, humas / protokoler, arsiparis.

Info Pendaftaran

Pendaftaran dibuka mulai pukul 08.00 s.d 16.00 Wib
  1. Pedaftaran di bulan Mei mendapatkan uang gedung sebesar 25% dan flashdisk
  2. Pendaftaran di bulan Juni mendapatkan potongan uang gedung sebesar 20%

Biaya Pendaftaran

1. Mos Rp. 50.000

2. Sarana Pendidikan Rp. 1.200.000

3. Perlengkapan Rp. 150.000

4. Osis+Asuransi/thn Rp. 100.000

5. Praktikum Rp. 600.000

6. SPP/Bln Rp. 250.000

Jumlah Rp. 2.350.000.

Tempat Pendaftaran / Kampus

Komplek. Bina Marga I. Jl. Bina Karya No. 2 Pondok Kopi Duren Sawit Jakarta Timur Telp 021.8648268. www.smkbpksk1.sch.id  /* iS.

Guru Bantu DKI Tumbuhkan Persatuan Untuk Menghasilkan Kebaikan Bagi Semua.

Written By Guru Bantu DKI on Sabtu, 08 Juni 2013 | 08.47

Guru Bantu DKI: Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Petuah sarat makna yang sudah kita kenal sejak kecil. Sayang, yang sering sekali di contohkan dengan "ikatan sapu lidi" akhir-akhir ini banyak masyarakat yang sudah tak peduli lagi dengan pesan tersebut. 


Mulai luntur akan pentingnya sebuah persatuan namun menginginkan cepatnya tercapai tujuan.  Bagaimana mungkin tujuan dan cita-cita bersama akan tewujud bila tidak ditumbuhkan dan dipelihara rasa persatuan, apalagi persaudaraan.

Membangun dan menjaga persatuan adalah sebuah perintah dan kewajiban manusia. Karena persatuan, kekompakan dan persaudaraan akan berbuah rahmat dan keberkahan. Perbedaan pendapat, kecurigaan dan menempatkan prasangkan mendahului pengelaman yang terjadi selama ini dapat diatasi atau dicegah bilamana semua Guru Bantu DKI menanamkan nilai persatuan dan kesatuan tanpa membedakan agama,suku,ras, dan lain lain dalam pergaulan dikehidupan sehari-hari, dan dalam komunitas satu profesi.

Guru Bantu DKI semua tinggal di wilayah yang sama, mempunya persoalan yang relatif sama, dan yang sudah pasti adalah memiliki tujuan yang sama. Untuk mewujudkan kebersamaan sudah menjadi keniscayaan untuk mengutamakan kepentingan orang banyak di atas kepentingan kelompok, golongan dan kepentingan pribadi.

Semakin tinggi kesadaran kita akan pentingnya nilai  ’’persatuan’’ berarti semakin kecil kemungkinan terjadi perselisihan antar golongan maupun antara pribadi-pribadi. Oleh karena itulahlah rasa kebersamaan harus dijadikan pedoman dalam berinteraksi dan berkomunikasi di kalalangan guru bantu DKI baik melalui komunikasi lisan, tulisan, tatap muka maupun di dunia maya, dengan cara itu akan tercipta suasana yang damai, meneduhkan dan membahagiakan bagi semua keluarga besar guru bantu DKI Jakarta.

Beberapa persoalan penting yang melatar belakangi pentingnya persatuan dan kebersamaan diantara kelompok dan personal guru bantu DKI Jakarta adalah terkait dengan beberapa isu sebagai berikut.:
  1. Tidak jelasnya status Guru Bantu DKI dalam perencanaan dan pengelolaan tenaga honorer oleh penerintah
  2. Tertundanya status CPNS Guru Bantu DKI dibandingkan dengan Guru Bantu di Provinsi lain yang secara umum sudah dianggap selesai
  3. Tertunda-tundanya Pembayaran / Pencairan insentif atau tunjangan secara finansial dari pemerintah kepada Guru Bantu DKI yang sudah di anggarkan dalam APBN.
  4. Tidak jelasnya pengakuan klasifikasi satus Guru Bantu DKI Jakarta oleh Menpan & RB (KI atau K2) namun disisi lain Pemda DKI juga telah mengangkat sebagian kecil GB DKI sebagai CPNS, tetapi tidak tegas tindak lanjut untuk GB-DKI lainnya.
  5. Dan seterusnya.................
Persatuan dan kebersamaan yang dimaksudkan adalah paling tidak "Bersama dan Bersatu" untuk menuntut dan memperjuangkan diselesaikannya poin-poin yang di uraikan di atas disamping persoalan-porsoalan lain yang belum termuat disini.

Untuk menuntut dan memperjuangkan isu-isu strategis di atas, tentu diperlukan satu organisasi yang terstuktur, terkoordinir dan mendapatkan dukungan secara luas dari pribadi-pribadi Guru Bantu DKI. Melalui grup facebook Guru Bantu, sering mengemukan ajakan perlunya persatuan dan kebersamaan, juga di ikuti dengan pertanyaan di mulai dari mana?

Untuk menjawab beberapa pertanyaan, harapan dan bagaimana melakukannya, kami akan mencoba memberikan gagasan sebagai berikut: Perlu dijawab pertanyaan berikut apakah organisasi GB DKI terdapat minimal dua organisasi dan kedua organisasi itu bermula dari satu kepengurusan lalu kemudian terpecah karena perbedaan prinsip, perbedaan tujuan, atau karena banyak perbedaan lainnya,

Sebagaimana layaknya "Parpol" sering terjadi  karena kalah dalam pemilihan ketua umum, dan  merasa di dukung oleh sebagian wilayah lalu membuat partai baru. Namun apapun alasannya organisasi yang baik perlu di lihat melalu beberapa pendekatan berikut

  1. Secara defacto (fakta dilapangan) ada berapa jumlah organisasi guru bantu DKI Jakarta. Jika lebih dari satu, maka apakah kedua organisasi atau lebih itu epektif dalam melakukan aktifitas organisasinya
  2. Secara dejure (pengakuan dan tata kelola organisasi). dalam arti lain organisasinya mendapatkan pengakuan dari banyak kalangan baik itu pemerintah, swasta, lembaga swadaya masyarakat, mass media, dan yang terpenting adalah mendapatkan dukungan dari guru bantu itu sendiri.
  3. Secara aktifitas (layanan dan dan bantuan). Jika ada paling sedikit dua organisasi yang yang melakukan layanan yang sama terhadap anggotanya, maka organisasi itu bisa disebut sama saja. Lalu kalau sama kenapa tidak dijadikan satu? atau kalau sama saja jangan satu, seribu organisasi juga boleh-boleh saja. Tetapi jelas menjadi tidak epektif, karena tidak satu komando, dan tidak satu kemudi.
Persatuan dan kebersamaan Guru Bantu DKI pasti akan lebih epektif mencapai tujuannya jika  bernaung dibawah satu organisasi yang tersturktur dan terkoordinir dengan baik. Disamping itu keberadaan sebuah organisasi sebagai mana dimaksudkan organisasi guru bantu DKI tidak akan terlepas dari dukungan anggotanya. Maju mundurnya sebuah organisasi, atau mati hidupnya sebuah organisasi sangat dipengaruhi secara kuat oleh dukungan anggotanya dalam segala bentuk yang dibutuhkan dalam menjalankan roda organisasi yang dimaksudkan.

Jika guru bantu DKI sungguh menginginkan bernaung dibawah satu wadah yang bisa menjamin dan memastikan aliran aspirasi, aliran informasi, bisa menuntut dan bisa juga melakukan komplain karena ketidakpuasan terhadap kinerja pengurus, maka guru bantu DKI harus memenuhi paling tidak beberapa kriteria berikut:
  1. Menyatakan diri menjadi anggota organisasi guru bantu DKI secara tertulis
  2. Bersedia memenuhi dan mematuhi aturan-aturan organisasi (AD/ART)
  3. Bersedia menyisihkan sebagian rizkinya sesuai ketentuan untuk mendanai keperluan organisasi, organisasi memerlukan biaya dalam rutinitasnya.
  4. Menyampaikan aspirasi kepada pengurus
  5. Menyampaikan komplain jika ada hal-hal yang dirasa perlu penjelasan dan kekeliruan
  6. Organisasi  menyediakan aturan-aturan untuk memastikan standar operasional dan prosedur
  7. Organisasi memiliki struktur kepengurusan yang dikenal secara baik oleh anggotanya.
  8. Dan lain sebagainya....
Secara logika sehat, kita tidak boleh menuntut dan menyalahkan orang lain/satu organisasi jika kita tidak merupakan bagian dari organisasi  tersebut. Sebaliknya jika karena satu perbuatan yang dilakukan dengan mengatasnamakan suatu organisasi kita mendapatkan manfaat tentu harus rela menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada organisasi itu.

Organisasi yang bersangkutan juga harus fair mengakui tidak semua guru bantu DKI merupakan anggotanya, karena tidak semua guru bantu DKI mendaftarkan diri, tidak semua kenal dengan pengurus, dan tidak semua mengerti secara lengkap AD/ART, hak dan kewajiban sebagai anggota. Namun demikian tidak juga dapat disalahkan jika organisasi jenis ini merupakan organisasi dalam bentuk gerakan moral, tetapi jika merupakan organisasi profesi tentu hal-hal di atas harus dipenuhi anggota, atau calon anggotanya.

Demikian juga selanjutnya, walaupun kita bukan merupakan satu bagian dari organisasi tertentu dan menemukan ada "sesuatu yang tidak pas" kita tidak boleh "menyerang" organisasi atau pengurusnya. Cara yang baik adalah memberikan informasi yang benar kepada masyarakat / guru bantu DKI, untuk berhati-hati dan memberikan informasi yang sebenarnya dari sudut pandang dan cara yang berbeda, dan informasi yang diberikan bukan merupakan persepsi lebih dari itu harus merupakan hasil klarifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan.


Guru bantu DKI tumbuhkan persatuan untuk menghasilkan kebaikan. Kembali kepada judul ini dan kepada uraian-uraian di atas terutama terkait isu-isu utama guru bantu DKI. Apa yang harus dilakukan untuk mewujudkannya: menurut saya kita semua harus kembali menelusuri dan melakukan beberapa hal berikut ini:
  1. Jika belum ada organisasi guru bantu, maka harus di bentuk untuk mewadahi aspirasi Guru Bantu DKI
  2. Jika sudah ada tetapi berbeda prinsip dan tujuan, maka bisa di dekatkan dengan cara mengidentifikasi persamaannya
  3. Juka sudah ada secara defacto, dejure dan beraktifitas melayani GB-DKI dengan baik dan berjuang menyampaikan tuntutan GB-DKI kepada banyak pihak, tentu menjadi mudah untuk membesarkannya, tinggal kita dukung bersama-sama, dengan cara mengajak GB-DKI menjadi anggota, dan pengurus menetapkan kriteriannya, penuhi kriteria yang ada dan dukung semua aktifitasnya.
  4. Jika organisasinya sudah ada, pengurusnya tersedia dan anggotanya juga sudah ada dengan memenuhi kriteria tertentu yang ditetapkan pengurus. Maka selain anggota yang terdaftar, tidak merupakan bagian dari organisasi itu. harus mengerti tidak boleh menuntut apalagi menyalahkan, yang boleh adalah memberikan pencerahan.
Mempersatukan GB-DKI menurut saya belum memasuki wilayah mempersatukan organisasi, tetapi mempersatukan guru bantu DKI kedalam sebuah organisasi. Hal ini mungkin menjadi lebih mudah jika GB-DKI sudah memiliki organisasi yang terstruktur. Caranya adalah; Perluas sosialisasi, memastikan kepemilikan kartu anggota,  dan memastikan semua kewajiban dan hak seimbang diantara semua komponen organisasi.

Atau jika mau menyatukannya dalam level antara organisasi, tentu ada beberapa organisasi lain yang sudah ada, dengan struktur kepengurusan berbeda dan dengan anggota yang berbeda, kemudian antara beberapa organisasi itu terjadi persoalan tumpang tindih tujuan, tumpang tindih tuntutan, tumpang tindih visi, misi, dan tumpang tindih strategi implementasi, apalagi sampai berkompetisi dalam merebut simpati anggota yang sama, dan menuntut kepada pemerintah atau lembaga pemerintahan yang sama.

Namun sebaik-baik organisasi adalah bermanfaat bagi semua orang, terutama bermanfaat bagi guru bantu DKI, karena itulah sebuah organisasi harus terus menjunjung tinggi asas-asas pelayanan, partisipasi, dan empati, dan memiliki anggota yang mengerti hak dan kewajiban. Bukan hanya menagih janji tetapi juga berkonstirbusi.  Pasti Bersama dan Bersatu akan lebih baik bagi Guru Bantu/Irwan Putra.

"Kepakan Sayap" Guru Bantu DKI

Written By Guru Bantu DKI on Kamis, 06 Juni 2013 | 23.14


Oleh Heru Widhi Handayani

”Kepakan sayap kupu-kupu yang terjadi saat ini di hutan Brazil dapat menghasilkan tornado beberapa bulan kemudian di Texas” (Butterfly Effect-Chaos Theory).

Belasan tahun yang lalu saya menonton film Butterfly Effects sebuah kisah tentang tokoh Evan yang mempunyai kemampuan kembali ke masa silam untuk mengubah peristiwa dengan tujuan memperbaiki segala kesalahan yang terjadi di masa kini. Sayangnya tidak selamanya perubahan yang dilakukannya pada masa silam itu membawa kebaikan. Dia tidak bahagia malahan makin frustasi.

Pada akhirnya dia dihadapkan pada satu keadaan yang memaksanya untuk memilih mana yang harus diubah sehingga bisa mengembalikan kehidupannya, bahkan kekasih, sahabat, dan keluarganya.

Dari cerita itu saya merefleksikannya pada keadaan guru bantu DKI Jakarta. Tokoh Evan bisa berlaku bagi personal guru bantu,siapa saja. Seandainya kita bisa memiliki kemampuan seperti Evan, kesalahan manakah yang mesti benar-benar kita ubah agar mendapatkan kebaikan bersama saat ini?

Namun ini dunia nyata bukan fiksi. Meski benang merah dalam film tersebut bisa berlaku atas kita, kejadian hari ini adalah akibat dari masa lalu kita. Artinya keadaan guru bantu hari ini adalah akibat dari apa-apa yang diperbuat guru bantu pada masa lampau.

Saya tidak sedang menggiring pada satu jawaban dan menunjuk siapa yang salah atau siapa yang benar. Tulisan ini sekadar bahan renungan. Jelas bahwa bahwa bila kita menanam kebaikan akan memetik manisnya buah kebaikan itu kelak. Tentu saja sebagai tolok ukurnya segala hal yang berkaitan dengan profesi kita, sebagai guru. Lantas pertanyaannya sudahkah di masa lalu kita melakukan kerja-kerja sesuai tuntutan profesionalisme kita?

Acuan yang bisa kita pakai sebagai dasar keprofesionalan guru salah satunya adalah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Di sana disebutkan empat kompetensi yang harus dimiliki guru, yaitu kompetensi pedagogi, kepribadian, sosial, dan profesional. Keempat kompetensi tersebut menjadi satu kesatuan dan mewujud dalam kinerja guru.

Secara utuh sosok guru meliputi:satu, kemampuan memahami peserta didik, menguasai kegiatan belajar mengajar mulai dari perancangan, pelaksanaan, dan evaluasi hasil belajar, serta aktualisasi potensi yang dimiliki siswa. Kedua, berkepribadian mantap, bijaksana, dan berwibawa sehingga sebagai figur teladan. Ketiga, berkomunikasi secara efektif dan menyenangkan terhadap warga sekolah maupun masyarakat sekitar. Terakhir, penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam.

Sekarang telah ada program sertifikasi guru. Artinya ada selembar sertifikat yang bisa menjadi bukti si pemegang sertifikat telah sah disebut sebagai guru profesioanal sehingga layak mendapatkan tunjangan sertifikasi dari pemerintah. Apakah ini bisa kita jadikan acuan pula?

Jawabannya bisa iya dan tidak. Berpulang dari si pemegang sertifikat. Bila menargetkan uang semata maka itulah yang ia akan dapatkan. Namun bila menargetkan dengan mendapatkan tunjangan bisa meningkatkan keempat kemampuan tersebut maka ia beranjak ke arah profesional. Dalam hal ini keprofesionalan guru bukan terletak pada apa yang didapat (kecukupan materi) namun lebih bersumber kepada proses menjadi yaitu penguasaan diri, pengabdian, dan kehormatan diri.

Keberhasilan guru adalah bila ia mampu memindahkan semua ilmu, keteladanan, dan sikap profesional tersebut kepada anak didik dengan konsep among. Konsep ini dicetuskan oleh Bapak Pendidikan kita Ki Hajar Dewantara, yaitu mendidik dengan sikap asah, asih, dan asuh.

Inilah yang saya maksud kita menanam kebaikan hingga suatu saat berbuah manis, mungkin tidak hanya berupa PNS. Bagi saya, memperjuangkan guru bantu untuk PNS harus tapi syaratnya tidak melalaikan tugas utama: mencangkuli ladang kita, menyemai dengan bibit yang baik, memeliharanya dengan ketulusan.

Kawan-kawan guru bantu DKI Jakarta, meski terasa sulit, kita tidak boleh patah arang. Tetap semangat. Kepakan sayap satu guru bantu di satu sekolah akan susul-menyusul dengan kepakan sayap guru bantu yang lain dan akan menghasilkan angin tornado (kekuatan) di kemudian hari kelak./* hwH

GB-DKI: Cek And Recheck Informasi Sebelum Bertindak



Guru Bantu DKI: Suatu informasi, kabar atau berita sebelum digunakan sebagai dasar bertindak, hendaknya terlebih dulu pengunanya melakukan cek and ricek, agar tidak terjadi kesalahan dan berakhir dengan penyesalan.

Hal ini perlu dilakukan mengingat beberapa kejadian terkait informasi yang belum tentu kebenarannya, bahkan nyata-nyata tidak benar alias mengada-ada.

Sebagai seorang muslim tidak berlebihan jika GB-DKI melihat QS al Hujarat (6): “Wahai orang-orang beriman, jika seorang datang kepada kalian membawa berita yang patut diragukan kebenarannya, maka selidikilah berita itu dengan seksama. Agar kalian tidak melakukan tindakan kebodohan terhadap suatu kaum, sehingga kalian menyesali atas apa yang kalian lakukan itu.” 

Bagi sahabat dengan Agama dan Kepercayaan yang berbeda, silahkan di cari dan didalami dalam kitab suci masing-masing tentu tersedia peringatan terhadap pentingnya kewaspadaan terhadap informasi sebelum, di yakini, disebarluaskan dan dilakukan, sehingga tidak terjadi simpang siur, bahkan jika nyata-nyata berpotensi merugikan orang lain.

Adapun  sebab dipublishnya tulisan ini  adalah didasari ketika beredarnya sejenis formulir SKAM di Grup FB Guru Bantu DKI, yang harus di serahkan secara langsung ke Dinas Pendidikan DKI tanpa boleh diwakilakan, tindaklanjutnya adalah terjadinya penumpukan guru bantu DKI untuk melakukannya karena diiringi juga dengan informasi batas waktu terakhir, padahal sampai hari inipun belum ada edaran resmi terkait persoalan tersebut.

Di Pihak lain adanya informasi tentang pembukaan rekening Bank yaitu BRI, yang akan digunakan sebagai wadah untuk mengalirkan honor Guru Bantu DKI. Kira-kira informasi yang beredar adalah sebagai berikut“ Hasil pertemuan Pengurus  FKGBI DKI dengan Bapak Pranata Ditjen Dikdas Kemdikbud bahwa: Honor Guru Bantu, SD, SLB SMP, akan dibayarkan melalu Bank BRI dengan syarat: Membawa photocopy SK Guru Bantu, dan copy KTP. “Nomor Rekening BRI (bisa di lihat di ketua Wilayah) sumber status Facebook 24 Mei, Pukul 12;11
Pasca informasi ini, sebagian GB-DKI mengalami kebingungan harus bertemu ketua wilayah itu dimana, siapa orangnya, karena tidak semua GB DKI merupakan anggota dari organisasi guru bantu. Sehingga tidak mengenal orang yang dimaksudkan, dan informasi yang beredar tidak dimulai dengan kalimat "Kepada Anggota FKGBI" sehingga informasi hanya di khususkan untuk anggota saja, tetapi informasinya seakan-akan bahwa seluruh GB DKI adalah anggota FKGBI yang secara otomatis dipersepsikan mengenal ketua wilayahnya. Kemudian beredar isu walaupun sumbernya tidak bisa membuktikan bahwa ada beberapa pungutan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Setidaknya seperti itulah postingan status GB dalam grupnya.

Setelah di lakukan konfirmasi ke pihak Bank BRI, ternyata belum ada perubahan prosedur/tatacara pembukaan rekening, bahwa masih tetap nomor rekening di keluarkan oleh pihak Bank setidaknya masih sesuai dengan tatacara yang diatur dengan Peraturan Bank Indonesia No.14/27/PBI/2012 Tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme Bagi Bank Umum. (sangat jelas diuraikan pada Pasal 12 dan Pasal 14)  terkait kerahasian Bank, Prosedur, dan Sanksi dan kami mendapatkan penjelasan ini secara rinci dari pihak BRI. Sehingga tidak benar jika Nomor Rekening Bank harus di lihat di Ketua Wilayah Guru Bantu, atau dalam sebutan lain tidak dibenarkan berada ditangan pihak ketiga sebelum calon nasabah datang langsung dan menyerahkan persyaratan yang ditentukan untuk membuka rekening baru.(Pihak ketiga yang dimaksud adalah selain instistusi atau perorangan) yang bekerja sama dengan BRI

Setelah adanya simpang siur informasi terkait hal ini, salah seorang yang berinisitaif melakukan pembagian nomor rekening mengatakan sebagai berikut: 

bahwa no rek BRI temen2 dr tingkat SLB SD SMP benar kami dapat langsung dari Bapak Pranata yg mengurusi pembayaran gaji GB melalui ibu efi di hubungi langsung oleh beliau dan disebarlah ke masing-masing wilayah GB DKI Jakarta, tetapi tdk satu-satunya cara harus ke koordinator wilayah utk tahu nomor rekening nya, teman-teman GB juga bisa langsung ke BRI, tetapi ada kendala dibeberapa BRI (wajar dong model baru tdk akan berjalan mulus), maka melalui koordinator wilayah lebih mudah melihat nama dan nomor rekening karena sudah jelas klasifikasi nama, unit kerja dan nama-nama yang sama akan mudah terlihat dibandingkan ke BRI (itu case yg di dpt temen2 GB)” dikutif dari Grup  FB Rabu 05 Juni 2013 Pukul 21:56

Dari uraian diatas logikanya menjadi: Karena guru bantu tidak mudah mendapatkan informasi dari pihak bank maka FKGBI memberikan kemudahan untuk mengetahui Nomor Rekening melalui ketua wilayah. kalau ini maksudnya, artinya seakan-akan FKGBI mempunyai hubungan khusus dengan pihak BRI.

Namun faktanya adalah: Tidak ada kesulitan dalam mendapatkan nomor rekening jika melengkapi persyaratan dan berhadapan dengan pihak BRI.   Nomor rekening sudah ada di pengurus FKGBI sebelum guru bantu berhadapan dengan pihak BRI (bagaimana di sebut sulit mendapatkan nomor rekening), jadi pernyataan "lebih mudah, model baru tidak akan berjalan mulus" dan menjadi mulus dan mudah jika bertemu terlebih dahulu dengan ketua wilayah adalah untuk mendapatkan nomor rekening hanyalah ilusi semata, karena pernyataan dan informasi yang dikeluarkan jelas jelas mendahului fakta dan pengalaman. Tidak di alami tetapi berasumsi. Beredarnya informasi untuk membawa persyaratan ke BRI keluar bersamaan setelah nomor rekening berada ditangan ketua wilayah, bukan setelah guru bantu datang ke Bank lalu dipersulit atau kesulitan dalam mendapatkan nomor rekening BRI

Jika guru bantu datang ke pihak Bank dalam mengurus rekening lalu mengalami masalah  dan kemudian yang disebut ketua wilayah ikut membantu kemudahannya, baru disebut sebagai bantuan. Tetapi dalam persyaratan juga tidak dikatakan seperti itu dan aturannyapun tidak seperti itu. Jika memang ada masalah dalam mendapatkan nomor rekening bank karena berbelit-belit, tempat mengadu dan melaporkannya adalah Kepala / Manajemen bank yang bersangkutan.


Pada penyebaran informasi pertama, bahwa nomor rekening bisa dilihat di ketua wilayah dan untuk selanjutnya berhubungan dengan ketua wilayah, tidak mengatakan dengan alternative berbeda, misalnya, silahkan menghubungi Bank BRI, atau menghubungi ketua wilayah jika memerlukan bantuan…seakan akan dimaknai hanya satu-satunya jalan harus menemui ketua wilayah.

Pada informasi kedua sudah ada perbedaan, : tidak satu-satunya cara harus ke koordinator wilayah untuk tahu nomor rekening juga bisa langsung ke BRI. Mestinya di balik: Mau tahu rekening anda silahkan datang ke BRI atau jika ingin bantuan hubungi ketua wilayah, hal ini disampaikan oleh pihak BRI menanggapi tulisan: "tetapi ada kendala dibeberapa BRI (wajar dong model baru tdk akan berjalan mulus), maka melalui koordinator wilayah lebih mudah melihat nama dan nomor rekening karena sudah jelas klasifikasi nama, unit kerja dan nama-nama yang sama akan mudah terlihat dibandingkan ke BRI (itu case yg di dpt temen2 GB)” 

Pada bagian ini pihak BRI menayakan kendala apa yang di alami oleh calon nasabah,  kemudian model baru seperti apa yang dianggap tidak akan berjalan mulus, kemudian nama-nama dan nomor rekening sudah jelas klasifikasi nama, unit kerja  dan nama yang sama akan mudah terlihat maksudnya apa? Jika dibandingkan ke BRI, padahal menurut pihak BRI merekalah yang mengeluarkan rekening, tentu mereka yang lebih tahu karena punya system dan database yang terkoneksi melalui hubungan antar Bank misalnya dengan Bank DKI sebagai Bank Nasabah awal (sistem online misalnya melalui ATM Bersama) termasuk dengan Bank lain dibawah koordinasi Bank Indonesia

Pihak BRI juga menanyakan kasus-kasus yang dihadapi calon nasabah khusunya GB-DKI karena mereka memiliki standar tertentu dalam melayani customer, kreditur, debitur dan masyarakat secara umum. Silahkan dituliskan nama customer servicenya jika dianggap berbelit-belit dan mempersulit urusan nasabah atau calon nasabah.

Uraian di atas sebenarnya cukup meberi hikmah kepada kita semua, khususnya GB DKI Jakarta untuk selalu cek and recheck setiap informasi. Terkadang niat baik ingin membantu tentapi karena informasi yang tidak lengkap, atau pemberi informasi yang tidak sepenuhnya sesuai dengan aturan yang berlaku menyebabkan merugikan atau merusak nama baik pihak lain atau lembaga lain yang belum tentu sesuai dengan informasi yang beredar..

Saatnya kita semua semakin cerdas dalam menerima, mengelola dan mengunakan infromasi yang ada, Jika tidak maka istilah "Homo homini lupus", sebuah frase singkat yang pertama kali diucapkan oleh Plautus pada 195 SM, yang berarti bahwa manusia adalah serigala bagi manusia yang lain, adalah sebuah penegasan bahwa manusia itu mengganggap penaklukan terhadap manusia lainnya adalah sebuah kodrat

Janganlah kita gegabah dalam bertindak dalam penyebaran informasi hanya karena kemudahan dalam menyebarkannya melalui media dan kemajuan teknologi yang tersedia. Banyak sekali tersedia aturan-aturan terkait cara-cara penyebaran informasi melalui berbagai media termasuk media online.

Indonesia telah memiliki Undang-Undang Republik Indonesia No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pada UU No.11 Tahun 2008 ini dijelaskan :

Informasi Elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, electronic data interchange (EDI), surat elektronik (electronic mail), telegram, teleks, telecopy atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol, atau perforasi yang telah diolah yang memiliki arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.

Dokumen Elektronik adalah setiap Informasi Elektronik yang dibuat, diteruskan, dikirimkan, diterima, atau disimpan dalam bentuk analog, digital, elektromagnetik, optikal, atau sejenisnya, yang dapat dilihat, ditampilkan, dan/atau didengar melalui Komputer atau Sistem Elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol atau perforasi yang memiliki makna atau arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.

BAB VII Perbuatan Yang Di Larang. Pasal 35 UU.ITE menyatakan: Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dengan tujuan agar Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik tersebut dianggap seolah-olah data yang otentik

Pasal 37 UU.ITE menyatakan: Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 34 yang mengakibatkan kerugian bagi Orang lain.

BAB IX Ketentuan Pidana :Pasal 51
(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000.000,00 (dua belas miliar rupiah).
(2) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000.000,00 (dua belas miliar rupiah).

Berhati-hatilah dalam menyebarkan informasi sebelum anda mengerti akibat dan resiko, karena bisa jadi informasi yang disebarkan berpotensi sebagai perbuatan melawan hukum, dan digunakan pihak-pihak yang dirugikan untuk menuntut secara hukum. Karena salah-salah Anda bertindak tentu tidak boleh lari dari tanggung jawab. Tidak percaya? ya tidak usah dicoba. / Irwan Putra

Dobrak Lapangan Kerja dan Sukses di Masa Depan Bersama SMK Wiyatamandala.

Written By Guru Bantu DKI on Senin, 03 Juni 2013 | 21.58

Dewasa ini dunia kerja baik di sektor pemerintah maupun swasta dan industri tidak hanya membuthkan pekerja yang trampil, tetapi lebih dari itu, mereka membutuhkan tenaga kerja  yang memiliki integritas, sikap yang terpuji dan berkarakter.

SMK Wiyatamandala adalah salah satu lembaga pendidikan terkemuka di DKI Jakarta, dengan status Terakreditasi "B" lokasi yang mudah dijangkau, serta cukup berpengalaman dalam menyelanggarakan lembaga pendidikan, khususnya di bidang teknologi dan bisnis. Hampir sekitar 70% lulusan SMK Wiyatamandala Jakarta  dapat langsung bekerja di bidang jasa perbaikan dan perawatan kendaraan bermotor, Teknik instalasi tenaga listrik, Multimedia dan Akutansi. Bahkan ada sebagian dari mereka yang mampu berusaha /bekerja sendiri. Yayasan Pendidikan Wiayata Kebon Bawang Jakarta, menyediakan beberapa pilihan program keahlian sesuai minat dan bakat yang anda miliki.

Misi Lembaga
  1. Mengembangkan sekolah menjadi pusat budaya
  2. Meningkatkan mutu dan relavansi program pendidikan
  3. Meningkatkan jumlah mutu dan mutu faslitisa pendidikan
  4. Meningkatkan profesionalisme guru dan manajemen sekolah
Faslititas Pendidikan
  1. Gedung tiga lantai milik sendiri'
  2. Lab. Komputer AC (untuk praktek siswa)
  3. Lab. Mengetik (untuk siswa SMK/SMEA)
  4. Perpustakaan
  5. Lab. Akutansi
  6. Bengkel Teknik Istalasi Listrik
  7. Bengkel Teknik Mekanik Otomotif
  8. Bengkel Las
Waktu Belajar

Kegiatan belajar dan mengajar dilaksanakan pada pagi hari mulai pukul 06.30 s/d 14.00

Program Studi
Kelompok Teknologi Dan Rekayasa dengan program keahlian 1. Teknik Ketenagalistrikan-Teknik Instalasi Tenaga Listrik, 2. Teknik Otomotif-Teknik Kendaraan Ringan.

Kelompok Bisnis dan Manajemen dan Teknik Informatika dengan program studi 1. Multimedia, 2. Keuangan-akutansi.

Syarat Pendaftaran
  1. Interview (wawancara)
  2. Melengkapi dan melampirkan
  • Fotocopy ijazah dan STL/ST  2 Lembar
  • Fotorcopy Daftar Nilai Ujian Nasional  1 lembar
  • Pas Photo 2x3 4 lembar
  • Pas Photo 3x4 4 lembar
Biaya Pendaftaran SMK

Pendaftaran                             Rp. 100.000
Sumbangan sarana prasarana   Rp. 550.000
Seragam Praktik
Seragam Batik
Seragam Olah Raga
SPP Bulan Juli 2013                Rp. 165.000
Praktik/smester/ Per 6 Bulan
Osis 1 Tahun                           Rp. 45.000
Jumlah                                   Rp. 860.000

Biaya Pendaftaran SMK Bakti

Pendaftaran. Formulisr, dan MOS  Rp. 250.000
Sumbangan sarana pendidikan       Rp. 450.000
SPP. Bulan juli 2013                      Rp. 150.000
Praktik Komputer Rp.
Osis 1 Tahun                                 Rp. 45.000
Jumlah                                         Rp. 895.000

Waktu dan Tempat Pendaftaran

Setiap hari pada jam kerja, senin s/d sabtu pukul 07.00 - 16.30 Wib, mulai tanggal 30 Mei s/d 13 Juli 2013
GEDUNG YAYASAN PENDIDIKAN WIYATAMANDALA JAKARTA SMP-SMA-SMK (STM-SMEA) WIYATAMANDALA. 

Jl. Swasembada Timur XIII No. 46-50 Kebon Bawang Kec. Tanjung Priok-Jakarta Utara Telp. 021-4370852-4370851

Brosur Lengkap SMK Wiyatamandala Unduh Di Sini: Brosur 1  Brosur 2
Kontributor: Joko Soebagyo

 
Support : Creating Website | Guru Bantu DKI | Irwantra EDP
Copyright © 2011. Guru Bantu DKI Jakarta - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger