Home » » "Kepakan Sayap" Guru Bantu DKI

"Kepakan Sayap" Guru Bantu DKI

Written By Guru Bantu DKI on Kamis, 06 Juni 2013 | 23.14


Oleh Heru Widhi Handayani

”Kepakan sayap kupu-kupu yang terjadi saat ini di hutan Brazil dapat menghasilkan tornado beberapa bulan kemudian di Texas” (Butterfly Effect-Chaos Theory).

Belasan tahun yang lalu saya menonton film Butterfly Effects sebuah kisah tentang tokoh Evan yang mempunyai kemampuan kembali ke masa silam untuk mengubah peristiwa dengan tujuan memperbaiki segala kesalahan yang terjadi di masa kini. Sayangnya tidak selamanya perubahan yang dilakukannya pada masa silam itu membawa kebaikan. Dia tidak bahagia malahan makin frustasi.

Pada akhirnya dia dihadapkan pada satu keadaan yang memaksanya untuk memilih mana yang harus diubah sehingga bisa mengembalikan kehidupannya, bahkan kekasih, sahabat, dan keluarganya.

Dari cerita itu saya merefleksikannya pada keadaan guru bantu DKI Jakarta. Tokoh Evan bisa berlaku bagi personal guru bantu,siapa saja. Seandainya kita bisa memiliki kemampuan seperti Evan, kesalahan manakah yang mesti benar-benar kita ubah agar mendapatkan kebaikan bersama saat ini?

Namun ini dunia nyata bukan fiksi. Meski benang merah dalam film tersebut bisa berlaku atas kita, kejadian hari ini adalah akibat dari masa lalu kita. Artinya keadaan guru bantu hari ini adalah akibat dari apa-apa yang diperbuat guru bantu pada masa lampau.

Saya tidak sedang menggiring pada satu jawaban dan menunjuk siapa yang salah atau siapa yang benar. Tulisan ini sekadar bahan renungan. Jelas bahwa bahwa bila kita menanam kebaikan akan memetik manisnya buah kebaikan itu kelak. Tentu saja sebagai tolok ukurnya segala hal yang berkaitan dengan profesi kita, sebagai guru. Lantas pertanyaannya sudahkah di masa lalu kita melakukan kerja-kerja sesuai tuntutan profesionalisme kita?

Acuan yang bisa kita pakai sebagai dasar keprofesionalan guru salah satunya adalah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Di sana disebutkan empat kompetensi yang harus dimiliki guru, yaitu kompetensi pedagogi, kepribadian, sosial, dan profesional. Keempat kompetensi tersebut menjadi satu kesatuan dan mewujud dalam kinerja guru.

Secara utuh sosok guru meliputi:satu, kemampuan memahami peserta didik, menguasai kegiatan belajar mengajar mulai dari perancangan, pelaksanaan, dan evaluasi hasil belajar, serta aktualisasi potensi yang dimiliki siswa. Kedua, berkepribadian mantap, bijaksana, dan berwibawa sehingga sebagai figur teladan. Ketiga, berkomunikasi secara efektif dan menyenangkan terhadap warga sekolah maupun masyarakat sekitar. Terakhir, penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam.

Sekarang telah ada program sertifikasi guru. Artinya ada selembar sertifikat yang bisa menjadi bukti si pemegang sertifikat telah sah disebut sebagai guru profesioanal sehingga layak mendapatkan tunjangan sertifikasi dari pemerintah. Apakah ini bisa kita jadikan acuan pula?

Jawabannya bisa iya dan tidak. Berpulang dari si pemegang sertifikat. Bila menargetkan uang semata maka itulah yang ia akan dapatkan. Namun bila menargetkan dengan mendapatkan tunjangan bisa meningkatkan keempat kemampuan tersebut maka ia beranjak ke arah profesional. Dalam hal ini keprofesionalan guru bukan terletak pada apa yang didapat (kecukupan materi) namun lebih bersumber kepada proses menjadi yaitu penguasaan diri, pengabdian, dan kehormatan diri.

Keberhasilan guru adalah bila ia mampu memindahkan semua ilmu, keteladanan, dan sikap profesional tersebut kepada anak didik dengan konsep among. Konsep ini dicetuskan oleh Bapak Pendidikan kita Ki Hajar Dewantara, yaitu mendidik dengan sikap asah, asih, dan asuh.

Inilah yang saya maksud kita menanam kebaikan hingga suatu saat berbuah manis, mungkin tidak hanya berupa PNS. Bagi saya, memperjuangkan guru bantu untuk PNS harus tapi syaratnya tidak melalaikan tugas utama: mencangkuli ladang kita, menyemai dengan bibit yang baik, memeliharanya dengan ketulusan.

Kawan-kawan guru bantu DKI Jakarta, meski terasa sulit, kita tidak boleh patah arang. Tetap semangat. Kepakan sayap satu guru bantu di satu sekolah akan susul-menyusul dengan kepakan sayap guru bantu yang lain dan akan menghasilkan angin tornado (kekuatan) di kemudian hari kelak./* hwH
Share this article :

0 komentar:

 
Support : Creating Website | Guru Bantu DKI | Irwantra EDP
Copyright © 2011. Guru Bantu DKI Jakarta - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger