Selamat Datang Di Media Center GB-DKI Jakarta

Latest Post

Himbauan Baik Yang Salah Alamat, Guru Bantu DKI Selalu Setia Kepada Profesinya.

Written By Guru Bantu DKI on Senin, 14 September 2015 | 20.15



Salah Tujuan
GB-DKI Online. Hari ini tanggal 15 September 2015 jaringan telekomunikasi  Guru Bantu DKI Jakarta telah menerima pesan. Pesan itu diterima melalui pesan pendek (SMS) Whatsapp dan BBM. Isinya adalah sebagai berikut: 

“Instruksi Kadisdik” Rekan rekan, saya sudah tegaskan agar guru guru Bantu DKI Jakarta tidak mengikuti aksi demo tanggal 15 dan 16 September. Terlebih apabila menginggalkan waktu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM),  tentu tidak sesuai dengan etika seorang Pendidik. Kita sangat menghargai apabila sikap para Guru Bantu DKI Jakarta tidak mengikuti kegiatan demo tersebut”

Melalui pusat media Guru Bantu DKI Jakarta ini , sebagai Guru Bantu DKI Jakarta, Sebagai Pendidik, dan Sebagai Sebuah Profesi,  perlu kami sampaikan  hal-hal sebagai berikut.

  1.  Kami tidak yakin sepenuhnya pesan ini berasal dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta, karena kami merasa dan meyakini bahwa Pemerintah DKI Jakarta dan jajarannya: Dinas Pendidikan DKI, BKD DKI, Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, sangat mengerti proses apa yang sudah dan sedang berlangsung terkait tahapan rekrutmen CPNS dari Guru Bantu DKI Jakarta.
  2. Jika pesan ini benar berasal dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta, maka kami tegaskan untuk diketahui: Semua Guru Bantu DKI Jakarta untuk semua jenjang satuan pendidikan, menyadari betul tugas dan fungsinya sebagai pendidik, dan semuanya pada saat ini ada dalam tugasnya masing-masing di setiap sekolah dimana mereka bertugas, untuk mengajar dan mendidik putra dan putri warga bangsa, tidak ada yang meninggalkan tugas untuk keperluan lain di luar tugas dan fungsinya sebagai Guru Bantu dan Pendidik.
  3. Guru Bantu DKI menyadari betul bahwa sebagai pendidik, kami semua mengemban Jabatan Profesi, Jabatan Profesi adalah jabatan yang diterima, setelah melalui pendidikan dan pelatihan secara khusus, di uji oleh lembaga yang berwenang, dan ditetapkan oleh negara sebagai seorang profesional, karena itulah kami menyadari sepenuhnya ada kode etik, ada hak, dan ada kewajiban, dan karena pertimbangan  itulah Guru Bantu DKI tidak berafiliasi dan merasa underbow dari  Organisasi Pekerja/Konfederasi Serikat Pekerja lainnya.
  4. Selama 12 Tahun berjalan setelah menerima SK sebagai Guru Bantu dari Negara Melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2003, Guru Bantu DKI berjuang dan menentukan nasibnya sendiri, tanpa dorongan, dukungan dari organisasi apapun, dan Rekrutmen CPNS yang berasal dari Guru Bantu DKI Jakarta adalah sebuah keniscayaan, karena ini sesungguhnya merupakan Hak dari Guru Bantu DKI yang sekian lama tertunda, tanpa pernah melalaikan kewajibannya sebagai pendidik, dan sebagai seseorang yang mengemban Jabatan Profesi.

Berdasarkan uraian di atas, sudah sangat jelas tidak ada kepentingan bagi Guru Bantu DKI Jakarta untuk melakukan aksi, demonstrasi apalagi sampai meninggalkan tugas tugas dan kewajibannya sebagai pendidik. Hal ini perlu kami sampaikan secara terbuka untuk menjaga kridibilitas, integritas, dan nama baik Guru Bantu DKI Jakarta.

Himbauan di atas dari manapun sumbernya, walaupun itu sesungguhnya himbauan yang baik untuk semua pendidik namun terasa salah alamat jika di tujukan kepada Gurubantu DKI Jakarta./[iP]

Rekrutmen Guru Bantu DKI Jakarta, Antara Kenyataan dan Harapan

Written By Guru Bantu DKI on Rabu, 22 Juli 2015 | 19.16



Mengacu kepada Surat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Nomor B/1399/M.PAN-RB/04/2015 Tentang Guru Bantu, Pada intinya menyatakan Guru Bantu di Provinsi DKI Jakarta akan diselesaikan  secara bertahap, dalam kurun waktu 2015-2017 dengan kriteria sebagaimana terlampir.

Pada lampiran Surat Nomor  B/1399/M.PAN-RB/04/2015 Tentang Guru Bantu, pada point ke 5 menyatakan: Penanganan Guru Bantu di Provinsi DKI Jakarta untuk dapat diproses pengangkatannya sebagai CPNS akan dilakukan dalam kurun waktu 2015 s/d 2017, menyesuaikan dengan jumlah PNS guru Pemda DKI Jakarta yang akan memasuki batas usia pensiun dengan ketentuan dan kriteria sebagai berikut:

  1. Dilakukan tes/seleksi Tes Kompetensi Dasar (TKD) dengan system CAT
  2. Berusia minimal 19 tahun dan maksimal 46 Tahun pada 1 Januari 2006
  3. Pendidikan minimal S-1 pada saat pengangkatan, dibuktikan dengan ijazah yang bersangkutan
  4. Mata ajar/bidang studi/guru kelas sesuai dengan ijazah / sertifikasi yang dimiliki, dibuktikan dengan ijazah/sertifikasi yang dimiliki 
  5. Mengajar sebagai guru secara terus menerus, dibuktikan dengan surat perjanjian kerja, surat keterangan mengajar, surat tugas mengajar yang ditandatangani Kepala Sekolah, Serta STPJM yang ditandatangani oleh Gubernur.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berjanji bakal meningkatkan status guru bantu di ibu kota dari honorer menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Hal ini disepakati seusai bertemu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (MenPAN dan RB) Yuddy Chrisnandi, di Balai Kota,

*Ia pun mengaku telah meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mendata identitas guru bantu di Jakarta. "Kami mau angkat semua guru bantu," kata Basuki, di Balai Kota, Jumat malam.

Sementara itu, Menteri Yuddy mengatakan, kebijakan itu sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan kesejahteraan para guru. Saat ini jumlah guru bantu di DKI ada sebanyak 5.400 orang. Formulasi yang dilakukan adalah dengan menyesuaikan kondisi keuangan DKI dan formasi yang tersedia tahun ini dan tahun-tahun berikutnya.

Saat ini, lanjut dia, dalam ketentuan Aparatur Sipil Negara (ASN), tidak ada pengangkatan yang otomatis. Sehingga harus dilaksanakan seleksi untuk peningkatan status kepegawaian. BKD lah yang akan mengatur mekanisme seleksi peningkatan status guru bantu.

Ada beberapa pertanyaan yang beredar disekitar Guru Bantu DKI yang sedang mengikuti proses pemberkasan dan pendaftaran.
  1. Kenapa prosesnya begitu panjang, dan begitu banyak dokumen yang harus dilengkapi dan dilegalisir oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, mengingat bersamaan dengan bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1436 Hijriah, bertepatan pula dengan tradisi Mudik di Indonesia yang rutin dilakukan oleh masyarakat untuk berlebaran bersama keluarga di Kampung halaman masing-masing 
  2. Kemampuan kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan jajarannya termasuk Sub Dinas Pendidikan kota Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara dan Jakarta Selatan, untuk melakukan proses paraf dan legalisir dengan ribuan lembar file dalam waktu yang terbatas, menjadi satu pertanyaan yang sangat manusiawi, karena secara fisik dan psikologis tentu ini menjadi tekanan tersendiri, sebagai pejabat merupakan satu tugas yang sangat mulia, namun dari sisi kemanusian ini juga menjadi satu rangkaian pekerjaan yang sangat luar biasa, harus menyelesaikan legalisir dokumen ditengah tantangan tugas-tugas lain, juga sebagai kepala keluarga yang secara bersamaan juga memerlukan waktu menghadapi Ramadhan dan idul fitri.
  3. Tekanan bagi Koordinator dari masing masing wilayah yang dengan sukarela mengatur dan membantu berkas sesama Guru Bantu, padahal disaat bersamaan mereka juga menghadapi persoalan yang sama, tentu bukan hanya persoalan Ramadhan semata, ada persoalan lain karena berkas mereka sendiri belum selesai, dan mereka juga harus mendaftarkan diri. walaupun mereka sudah bekerja keras, tidak jarang juga mendapatkan kritik dari sahabat-sahabat yang tidak bersabar
  4. Tekanan bagi Guru Bantu DKI Jakarta secara keseluruhan, disamping persoalan pemberkasan yang harus disiapkan, revisi berulang kali, persiapan Ramadhan dan mudik lebaran, disaat yang sama tengat waktu pendaftaran sudah ditentukan, yang menambah kepanikan adalah bersama mengurus dokumen, tetapi tidak bersamaan mendapatkannya, sehingga ada teman yang sudah bisa mendaftarkan diri, sementara dia sendiri belum pasti kapan bisa mendaftar. Hal lain adalah banyak yang tiket mudik menjadi sia-sia karena tidak bisa lagi berlebaran di kampong halaman. Persoalan lain adalah ada yang ditunggu dan belum juga bisa di terima, Honor Guru bantu, Tunjangan sertifikasi, dan Dana Hibah Pemerintah DKI, yang di proyeksikan bisa digunakan sebagai pembiayaan pendidikan putra dan putri serta kebutuhan puasa dan lebaran, belum diterima oleh sebagian Guru Bantu hingga saat ini.

Kita akan coba menganalisa tahapan rekrutmen CPNS dari Guru Bantu DKI Jakarta, karena rangkuman pertanyaan yang beredar dikalangan Guru Bantu DKI adalah sebagai berikut:

  1. Kenapa tidak dibagikan saja nomor tesnya, khan pendataan terhadap GB-DKI dilakukan secara rutin, terkadang pendataan juga dilakukan oleh beberapa pihak untuk satu keperluan yang hasilnya juga tidak segera, padahal saat pendataan ditentukan batas waktunya 
  2. Kenapa tidak ditentukan saja formasinya, agar yang menyiapkan diri hanya mengikuti formasinya saja, sehingga tidak semua GB-DKI harus menyiapkan berkas, padahal tidak tersedia formasinya sebagai CPNS.
  3. Akan ada verifikasi terhadap berkas guru bantu oleh panitia (BKD) untuk mendapatkan nomor tes yang akan di unduh melalui system online BKD DKI Jakarta, artinya apakah yang tidak lolos verifikasi tidak akan bisa ikut ujian CAT. dan terhadap apa saja bagian dari Guru Bantu yang akan di verifikasi
  4. Karena Penyelesaian GB-DKI Jakarta dilakukan dalam kurun waktu 2015 s/d 2017, apakah yang tidak lolos verifikasi akan melakukan pemberkasan ulang di tahun mendatang, lalu yang lolos verifikasi kemudian dinyatakan tidak lulus seleksi juga sama akan melakukan pengulangan pemberkasan yang sama ditahun mendatang. Dengan demikian jika seorang Guru Bantu Yang tidak lolos dua kali, secara otomatis akan melakukan pemberkasan tiga kali. Termasuk Kepala Dinas Pendidikan DKI akan melakukan sirkulasi Legalisir dokumen secara berulang? 
Setidaknya itulah pertanyaan-pertanyaan yang beredar di sekitar Guru Bantu DKI Jakarta, pertanyaan ini tentu wajar dikemukakan mengingat cukup panjang proses yang dilalui dalam penyiapan dokumen yang diperlukan.

Ada dua pilihan jawaban yang bisa kita prediksi dari rangkaian proses rekrutmen Guru Bantu DKI sebagai CPNS Pemerintah Provinsi DKI Jakarta:

  1. Pada lampiran Surat Nomor B/1399/M.PAN-RB/04/2015 Tentang Guru Bantu, pada point ke 5 menyatakan: Penanganan Guru Bantu di Provinsi DKI Jakarta untuk dapat diproses pengangkatannya sebagai CPNS akan dilakukan dalam kurun waktu 2015 s/d 2017. 
  2. Dari lampiran surat di atas, tentu menegaskan Guru Bantu DKI bukanlah CPNS yang berasal dari kelompok pendaftar regular, karena itulah formasinya tidak ditetapan secara terbuka, dan karena itulah sebabnya Guru Bantu tidak dibagikan nomor untuk ikut seleksi, lalu pemberkasan dilengkapi setelah dinyatakan lulus tes seperti pendaftar reguler
  3. Dari Lampiran surat di atas dinyatakan untuk dapat diproses pengangkatannya sebagai CPNS akan dilakukan dalam kurun waktu 2015 s/d 2017. Menurut Menteri PAN-RB dalam ketentuan Aparatur Sipil Negara (ASN), tidak ada pengangkatan yang otomatis. Sehingga harus dilaksanakan seleksi untuk peningkatan status kepegawaian. Padahal dimasa lalu Guru Bantu DKI diangkan sebagai CPNS lalu PNS tanta ada Tes.
Bapak dan Ibu Guru Bantu DKI Jakarta, dari uraian diatas kita dapat menganalisa: Pemberkasan ini bisa sekali ini saja, lengkapi berkas, ikuti semua proses sesuai ketentuan yang telah dipersyaratkan, lalu berkas akan diverifikasi, yang mendaftarkan diri dan berkas diterima kita harapkan semuanya akan mendapatkan Nomor Ujian, yang mendapatkan nomor ujian, semuanya akan mengikuti seleksi dengan tes CAT.

Sistem BKD Pemerintah DKI akan menentukan hasilnya. Semua data Guru Bantu DKI dan hasil tesnya akan digunakan sebagai dasar untuk dapat diproses pengangkatannya sebagai CPNS dalam kurun waktu 2015 s/d 2017, artinya siapa yang akan masuk ke dalam kelompok 2015, yang masuk ke dalam kelompok 2016, dan kelompok 2017. Karena Gubernur menyatakan * “kami akan angkat semua Guru Bantu DKI” artinya aka nada system antri sesuai kemampuan, formasi dan keuangan pemerintah provinsi DKI Jakarta.

Jika belum masuk kelompok 2015, maka kita harapkan tidak akan ada lagi pemberkasan, pendaftaran, verifikasi, dan tes pada tahun berikutnya, tahun 2016 atau 2017. Tunggu saja sesuai dengan urutan yang diatur dalam aplikasi data Guru Bantu DKI Jakarta.

Ini hanyalah sekedar analisa. Namun demikian analisa ini kami himpun berdasarkan proses yang dilalui Bapak/Ibu semua Guru Bantu DKI saat ini, Proses yang dilakukan Dinas Pendidikan DKI dan BKD DKI, Dukungan Menpan-RB dan proses pengangkatan GB-DKI Sebelumya yang tanpa tes.

Mudah-mudahan analisa kami tidak tepat, agar kita senantiasa siap dan ikhlas atas apapun hasil dari pencapaian yang kita raih, karena tentu semua kebijakan yang benar, sesungguhnya ada pada Pemerintah DKI Jakarta. Setidaknya jika ada kebenaran nalar atas keseluruhan uraian di atas, kami berharap Bapak dan Ibu Guru Bantu DKI jangan sampai ada yang tertinggal dalam proses ini, dan jangan merasa putus asa atas semua tantangan yang ada, ini kesempatan bagi semua, karena kita semua telah melakukan kewajiban yang sama dengan Pendidik PNS lainnya maka menjadi wajar kitapun menggunakan hak-hak yang tersedia.

Sekali lagi, ini hanya analisa “sempit” yang bisa kami bagikan, hanya dengan satu pengharapan Bapak/ibu Guru Bantu DKI terus bersemangat, berusaha, berdoa dan mendapatkan semua kesuksesan, dan tidak ada lagi pemberkasan yang sama maupun tes dimasa depan. Hanya kepada Tuhan Semesta Alam kita bermohon dan berserah diri . Mohon maaf atas semua kekhilafan dan kesalahan, Minal Aidin Wal Faizin./Irwan Putra

Sementara Tidak Ada "Injury Time" BKD DKI Tetap Pada Jadwal

Written By Guru Bantu DKI on Kamis, 09 Juli 2015 | 04.47



Senja kala sore ini tampak bermuram durja, namun tak menyurutkan langkah kaki Bapak dan Ibu menyusuri jalan berdindingkan gendung pencakar langit dengan serba serbi kamacetan Jakarta. 

Nampak jajaran berkas dan dokumen seperti hamparan sawah yang siap panen belum sepenuhnya beranjak dari tempatnya. Tepat sebelum beduk puasa  menyapa magrib sore ini, keduanya telah kembali kerumah masing-masing dengan segumpal asa dan tanya, bagaimana besok hari ketika Nyi Ageng Serang menutup pintu di batas waktu yang ditentukan

Kemarau yang membawa udara panas belumlah reda, saat Bapak dan Ibu GB_DKI Jakarta disibukkan dengan menyesuaikan susunan berkasnya hingga benar dan nampak menarik. Hatiku berdegup lebih cepat, was-was akan segera turunnya hujan emosi yang deras, yang meluap dan segera  memenuhi gorong-gorong di halaman Jakarta.

Terlihat sore ini (9/7) banyak dari Bapak dan Ibu Guru Bantu DKI berdatangan ke gedung Nyi Ageng Serang di kawasan Rasuna Said, bukan untuk mendaftarkan diri, tetapi bertanya dengan berbagai problematikanya masing-masing, tentu terkait dengan tengat waktu besok 10 Juli batas akhir pendaftaran CPNS dari Guru Bantu.

GB-DKI Online, sempat mencari informasi dari petugas yang menerima GB DKI di Gedung Nyi Angeng Serang, berikut dialognya:

GB-DKI Online (GB): Maaf bapak dan Ibu, apa kabar semoga sehat walafiat, dan selamat berpuasa ramadhan. Sepertinya sudah banyak nih dari GB-DKI yang mendaftarkan diri dalam seleksi CPNS tahun ini?

Petugas Penerima Berkas (PPB): Yang hadir banyak, namun bukan untuk melakukan pendaftaran tetapi menanyakan kepastian berkas yang harus diserahkan.

(GB): Memang seperti apa berkas yang harus diserahkan itu.,….(PPB); ya berkas yang sesuai dan mengacu kepada pengumuman persyaratan pada informasi dari BKD secara online.

(GB); sejauh ini pada tanggal 9 sehari sebelum hari akhir, sudah berapa rekapitulasi yang mendaftar dari masing-masing wilayah DKI Jakarta?....(PPB); sepertinya belum ada satu berkaspun yang diserahkan oleh peserta seleksi.

GB; Apa bapak dan ibu tahu apa sebabnya mereka belum mendaftar sampai hari ini?, (PPB); kami mendengar dari yang berkunjung kesini berkas mereka terutama yang di tandatangani pejabat Dinas Pendidikan DKI belum selesai.

GB; Melihat keadan seperti ini apakah akan ada perpanjangan waktu untuk pendaftran berupa penyerahan berkas dari GB-DKI Jakarta. (PPB); Sementara ini kami bekerja berdasarkan Tupoksi dan jadwal yang ditetapkan yaitu sampai besok tanggal 10 Juli 2015.

Jadwal ini tidak dibuat sendiri oleh kami, namun merupakan satu prosedur yang sudah ditetapkan, kami belum bisa mengatakan akan ada sknario lain, kami hanya akan menjalankan aktifitas sesuai dengan ketentuan, dan belum ada revisi atas ketentuan dan jadwal yang ada..terlebih lagi dalam melaksanakan tugas, kami tidak punya kewenangan untuk merubahnya.(Tentu ini bukan jawaban resmi BKD)

Sampai petugas penerima pendaftaran meninggalkan Gedung Nyi Ageng Serang, masih banyak Bapak dan Ibu GB-DKI Yang berdatangan, dan ternyata benar bukan untuk mendaftar, tetapi mencari tahu apakah ada perpanjangan jika SPTJM, SK, dan SPK belum di tandatangani dan dilegalisir oleh Pejabat Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Secara pribadi GB-DKI Online menyampaikan, dan kembali menyampaikan disini untuk kita semua: Bapak dan Ibu; Jangan panic dan cemas, hal seperti ini tidak dialami oleh Bapak dan Ibu sendirian, bukankah GB-DKI selama ini sudah di uji dengan banyak kesabaran dan tantangan yang berat, dan GB-DKI selalu melaluinya secara bersama-sama.

Tenang saja dan maksimalkan saja apa yang bisa di upayakan selebihnya serahkan kepada Allah SWT dan Pemerintah DKI Jakarta, dan kita semua akan terus mengawalnya secara ketat. Yakinlah Setelah Kesulitan Akan Ada Kemudahan, dan jangan sampai lupa menyambut Hari Raya Idul Fitri./ [iP]

Seleksi CPNS Guru Bantu DKI "Berburu" Dengan Waktu

Written By Guru Bantu DKI on Rabu, 08 Juli 2015 | 21.11



Jakarta, GB-DKI Online – Seleksi Guru Bantu sebagai CPNS Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, telah dibuka dan dalam proses persiapan persyaratan, tentu hal ini sangat di appresiasi oleh keseluruhan Guru Bantu DKI Jakarta yang setidaknya sudah mengabdi sepanjang 12 tahun ini yang dimulai sejak tahun 2003.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berjanji bakal meningkatkan status guru bantu di ibu kota dari honorer menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Hal ini disepakati seusai bertemu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (MenPAN dan RB) Yuddy Chrisnandi, di Balai Kota, Jumat (6/3/2015) yang lalu. Ia pun mengaku telah meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mendata identitas guru bantu di Jakarta.  “Kami mau angkat semua guru bantu,” kata Basuki, di Balai Kota. 

Sementara itu, Menteri Yuddy mengatakan, kebijakan itu sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan kesejahteraan para guru. Saat ini jumlah guru bantu di DKI ada sebanyak 5.400 orang. Formulasi yang dilakukan adalah dengan menyesuaikan kondisi keuangan DKI dan formasi yang tersedia tahun ini dan tahun-tahun berikutnya.

Saat ini, lanjut dia, dalam ketentuan Aparatur Sipil Negara (ASN), tidak ada pengangkatan yang otomatis. Sehingga harus dilaksanakan seleksi untuk peningkatan status kepegawaian. BKD lah yang akan mengatur mekanisme seleksi peningkatan status guru bantu.

“Formasi kebutuhannya memungkinkan, DKI juga anggarannya ada. Dari Kementerian PAN RB memberikan izin untuk proses rekruitmen peningkatan status guru bantu di DKI,” kata Yuddy.

Bapak Gubernur dan Bapak MenPAN dan RB perlu juga mengetahui; Para pelamar CPNS dari Guru Bantu yang bersamaan dengan pelaksanaan ibadah puasa ramadhan, antusias melalui setiap tahapan yang diarahkan pembinanya yaitu Subdinas Pendidikan di masing-masing wilayah dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, agar persyaratan yang ditentukan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKDI) Provinsi DKI Jakarta dapat dipenuhi dan dilengkapi. 

Guru Bantu DKI Jakarta tentu percaya sepenuhnya dengan dengan integritas pemerintah daerah dalam rekruitmen CPNS tahun 2015 ini. Meski sudah menggunakan sistem computer assisted test (CAT), GB-DKI Jakarta tidak akan ragu menerima tantangan ini.

"Enggak ah, saya tidak ragu untuk menghadapi semua tahapan ini. Lebih objektif dan transparan," kata Nia, salah seorang guru yang sedang mempersiapkan berkas untuk mendaftar CPNS di Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta, Rabu (8/7).

Sama juga dengan Sholeh, meski telah mendengar bahwa rekrutmen akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan pemerintah, tetap yakin dan bersemangat mengikuti seleksi tahun ini, ini sudah lama kami nantikan, padahal ditahun tahun lalu teman-teman kami langsung diangkat sebagai PNS dengan tanpa tes.

"Puas kalau bisa bersaing secara sehat di di seleksi CPNS. Kalau tidak lolos tidak apa-apa, yang penting sudah ikut tes CAT yang objektif," terangnya. Baik Ibu Nia maupun Bapak Sholeh mengaku yang melelahkan adalah ketidakpastian berkas yang harus dilengkapi untuk dilegalisir oleh Pejabat Dinas Pendidikan. Karena berulangkali informasi berubah-ubah, sehingga berkas yang harus disiapkanpun menjadi berubah-ubah, sebenarnya tidak mudah bagi kami Guru Bantu DKI mempersiapkannya, lalu ada kesan seperti mempermainkan, padahal secara logika kami juga memahami, bagaimana bisa melegalisir puluhan ribu lembar dokumen dalam rentang waktu yang singkat oleh Pejabat Dinas Pendidikan DKI Jakarta. 

“Kami mendapatkan kembali informasi yang berbeda, pengesahan oleh Pejabat Dinas Pendidikan DKI hanya terhadap dokumen tertentu, ini sangat masuk akal, persoalannya adalah jika sejak awal ada kepastian, maka waktu yang tersedia akan bisa dimanfaatkan dengan maksimal." Demikian bapak dan ibu guru ini menjelaskan

Menurut informasi yang tersedia pada pusat informasi online BKD batas akhir pendaftaran adalah tanggal 10 Juli 2015, sementara disisi lain Guru Bantu DKI Jakarta masih berkejaran waktu dengan  dokumen yang harus dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta. “Pastilah kami tidak mau disalahkan jika hal ini sampai terlambat” demikian kata seorang guru yang lain. Jika Persyaratannya jelas, persepsinya sama, dan Prosedur Operasional Standarnya ditentukan dengan pasti, kami akan dapat melakukan dan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.

Harapan Gurubantu DKI Jakarta, semua tahapan dalam proses seleksi CPNS Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa dilakukan sesuai rencana dan harapan, karena sudah sangat banyak perjuangan yang dilakukan bertepatan dengan Bulan Ramadhan Tahun 2015 ini. 

Pada prinsipnya Gurubantu DKI tidak akan rela dirugikan jika penyelesaian berkas yang disyaratkan tidak selesai pada tengat waktu yang ditetapkan oleh BKD DKI Jakarta, harapannya adalah jika tidak selesai mesti ada kebijakan perpanjangan waktu dalam proses pendaftaran ke BKD DKI Jakarta.

Sukses GB-DKI Jakarta, terus berjuang dalam berkah bulan ramadhan yang agung, disertai semangat, ikhlas dan penuh kesabaran serta yakin akan ada hasil yang baik bagi semua./[iP]

Usaha dan Doa Yang Belum Selesai

Publikasikan Pikiran Anda

Kami menerima dan menerbitkan tulisan sahabat pembaca, akan sangat kami hargai jika tulisan yang dikirimkan sesuai dengan tujuan Guru Bantu DKI Jakarta, terkait status dan masa depannya sebagai tenaga profesional di bidang pendidikan
Tulisan dapat dikirimkan melaui:

1. amahyas@gmail.com
2. budi92@gmail.com
3. kashkaya@gmail.com

Kami tunggu tulisan dan komentar yang menarik dari sahabat semuanya, dan kami mohon maaf belum bisa memberikan insentif untuk mengganti tulisan yang diterbitkan.

Wasalam

Berita - Politik

News.Detik

Chat Box GB-DKI Jakarta

VIVA News

 
Support : Creating Website | Guru Bantu DKI | Irwantra EDP
Copyright © 2011. Guru Bantu DKI Jakarta - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger